Idear Ceweks pasti kebayang kan sulitnya kondisi saat haid atau mesntruasi tidak lancar. Sudah badan rasanya capek-capek, mood labil, suka marah-marah gak jelas, kesel sampai puncak ubun-ubun, pengen nangis tanpa sebab, dan imbasnya pekerjaan berantakan.

Konon banyak faktor yang mempengaruhi ketidak-lancaran haid perempuan, mulai dari kondisi fisik, seperti sakit, lelah, makanan yang dikonsumsi, hingga kondisi psikis, sedang stres gitu. Tugas kuliah menumpuk, pekerjaan terasa gak ada selesainya, bahkan remidi terus. Hahahaha, stres gak sih? Tapi masalahnya kondisi seperti ini arang bisa kita kontrol. Seringnya kita sadari saat haid sudah datang. Hikz!

Yang paling dag dig dug adalah saat bulan ramadhan. Ugrrhhh! Jika di momen terkeren sepanjang tahun ini ternyata kondisi haid kita tidak lancar, ramadhan rasanya berantakan. Efeknya macam-macam sih, mulai dari masa haid yang menjadi panjang, lama tuntasnya, hingga keragu-raguan menentukan batas suci dari haid. So, aku akan share beberapa solusi yang ide itu pernah aku terapkan. Ini dia:

  1. Rileksasi menuju titik ikhlas

Wow, rasanya dalam bingits yes. Titik ikhlas tempatnya dimana ya? Hehehe… Intinya pada banyak-banyak muhasabah diri, merenung gitu, Idear. Ambil sedikit space waktu dan tempat yang  benar-benar sendiri, banyak dzikir, merenung, dan lepas semua ketegangan yang tengah terjadi. Lepaskan deh, beneran lepas dan serahkan sama Allah swt.! Point pentingnya adalah menghilangkan stres. Kalau kalian punya cara lain, silahkan, yang penting stres hilang!

  1. Minum Spirulina plus Habatussauda

Ide ini aku temui ramadahan kemarin. Trik teman-teman sih ini. Tujuannya adalah memperpendek masa haid, agar bolong puasanya tidak terlalu banyak. Dengan mengonsumsi spirulina dan Habatussauda sehari 2 – 3 kali, hasilnya memotong masa haid 1 – 3 hari lho. Keren kan? Jadi yang biasanya masa haid 10 hari, dengan konsumsi ini ternyata 7 hari selesai. Haid lancar pakai bingits.

  1. Minum Air Kelapa

Nah, untuk yang satu ini hampir selalu aku pilih sebagai alternatif. Why? Sebab air kelapa itu segar sekali dikonsumsi. Wkwkwkwk! Kebayang kan kalau haid sukanya badan gerah, pikiran kusut gitu, jadi ya minum air kelapa sangat nikmat terasa. Selain itu mudah didapat. Kalau aku selama ini tidak harus kelapa muda, atau kelapa hijau, atau kelapa khusus apa. Yang penting air kelapa, beres dan lancar. Eh, serius ini! Pernah kejadian pas dapatnya air kelapa tua gitu di lijo, saat belanja. Aku minum ternyata ngefek juga.

Selain itu, air kelapa aman dikonsumsi siapa saja ya. Sejauh ini aku belum menemukan info larangan minum air kelapa ditujukan untuk kondisi apa. Bahkan kabarnya dia bisa mentralkan racun-   racun dunia gitu.. eeiittzz lebay!

  1. Makan Nanas

Nah, kalau nanas ini berawal dari satu waktu haidku, seharian gak dapat air kelapa. Memang         tekadnya kurang sih waktu itu. Saat jemput Dzulki di sekolah, selama perjalanan ada warung es       degan sekitar 3 tempat, tapi tiap mau nge-rem motor ujungnya gak jadi belok ke warung. Sampai di SPBU barulah menyesal. Ah, penyesalan memang tidak pernah berambisi seperti   pendaftaran, dia selalu milih dibelakang bukan di depan. Eh?

Pas antri BBM ide ini muncul. Aha, ada penjual buah keliling! Sepertinya nanas masuk deh. Aku sih ingat-ingat kabar yang entah bagaimana validitasnya, katanya nanas itu memberi efek panas ke tubuh, sehingga ibu dengan usia kehamilan muda tidak boleh mengonsumsi nanas. Cus, aku beli dan aku makan nanas. Belinya gak banyak sih waktu itu, 3 ribu doank, dapat 5   iris nanas sebesar 3 jari kira-kira. Dan hasilnya oke.

Tapi kalau sedang ada masalah dilambung, nanas tidak aku rekomendasikan yes.

Baik, Idear. Ini share aku kali ini. Tidak ada pembuktian medis sih, tapi ide yang aku kasih tidak menjerumuskan kok. Semua ide adalah makanan/minuman halal dan tidak menganggu stabilitas nasional tubuh dan pikiran kalian. Hehehe…

Boleh dicoba, sambil banyak doa!

Atau kalian ada ide lain? Share donk di komentar yes! The last note, berbahagialan menjadi perempuan! You are beautiful. Seperti aku. Hahaha![]