Besar yang Tak Terupiahkan

Setiap manusia pasti merasakan ketenangan tersendiri saat kondisi perekonomian dalam batas aman. Simpanan uang yang banyak membuat hati lega. Jika perlu apa-apa bisa beli pakai uang. Apalagi sekarang semua serba butuh uang. Kebutuhan makan, pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan juga butuh uang. kita mau buka usaha juga butuh modal uang. seolah semua bisa tercapai jika ada uang.

Apakah memang uang menjadi hal pokok dalam kehidupan ini?

Seolah jika tidak punya banyak uang maka tidak akan mampu hidup layak. Tanpa uang rasa-rasanya tidak akan mencapai kebahagiaan dalam kehidupan ini. Padahal, banyak juga orang yang bergelimang harta tapi diliputi duka. Tidak sedikit orang yang uangnya banyak tapi tidak merasa bahagia. Sebaliknya, ada orang yang kondisi keuangannya memprihatinkan tapi hidupnya tentram. Sebuah keluarga yang jauh dari kecukupan namun penuh senyuman.

Uang adalah rezeki yang nominalnya mudah kita hitung. Sekian rupiah yang dalam hitungan manusia bisa dikomparasikan terhadap kebutuhan-kebutuhan hidup sehingga akan memunculkan konklusi kaya atau miskin. Orang yang punya banyak uang disebut kaya, sedangkan orang yang punya uang sedikit disebut miskin.

Kaya atau miskin adalah istilah dari manusia. Sedangkan bahagia dan tidak bahagia letaknya di hati. Tidak setiap orang kaya akan bahagia kemudian orang yang miskin tidak bahagia. Sama sekali tidak ada keterkaitan antara keduanya karena ada banyak hal yang besar tetapi tak terupiahkan.

Kesehatan adalah hal besar yang tak terupiahkan. Siapa yang mampu membeli kesehatan dengan uang? begitu seseorang sakit, maka tidak serta merta sembuh dengan uang. ada ikhtiar yang harus diupayakan, baik itu ikhtiar berobat hingga berdoa kepada Allah swt.

Keluarga yang harmonis adalah hal besar yang tak terupiahkan. Tidak ada toko yang menjual ayah teladan atau anak solih dan solihah. Keluarga harmonis tidak dijual secara online. Keluarga harmonis tidak tersedia di toko barang branded. Uang tak mampu membelinya.

Lingkungan kerja yang positif adalah hal besar yang tak terupiahkan. Tidak ada potongan gaji karena sudah mendapatkan lingkungan kerja yang positif. Bahkan, perusahaan atau lembaga tidak bisa menjadikannya bonus karena memang itu tidak dapat dirupiahkan.

Hidup dalam kecukupan dan merasa tidak pernah kurang juga hal besar yang tak terupiahkan. Memiliki rasa empati yang tinggi juga hal besar yang tak terupiahkan. keamanan dan kenyamanan beribadah pun termasuk hal besar yang tak terupiahkan.

Betapa banyak sekali hal besar yang tak terupiahkan. Ilmu hitung manusia tak mampu meng-kurs-kan semua itu dalam rupiah atau mata uang mana pun. Bahkan, tidak ada jenis uang yang sepadan dengan semua itu.

Jadi, nikmat Allah swt yang manakah yang kita dustakan?

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.