Bukti Manfaat Hebat Chia Seed

Chia seed sedang lebih populer akhir-akhir ini, setidaknya di kalangan sekitar saya. Banyak info tentang manfaatnya yang hebat dan luar biasa, mulai dari sebutan makanan premium terbaik untuk menjaga kesehatan hingga ampuh menurunkan berat badan. Saya sendiri tahu tentang chia seed baru di awal tahun 2019 lalu, dan memakannya pertama kali sekitar bulan Juni setelah lebaran kemarin. Sampai saat ini hampir setiap hari saya mengonsumsinya

Saya tidak akan membahas kandungan chia seed ya, sebab meskipun SMA jurusan IPA, ending-nya saya bukan peneliti. Hahahaha…. Apalagi jualan, malah tidak. Tapi kalau cerita kondisi saya sejak makan chia seed boleh ya, semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentang kehebatan chia seed!

Waktu itu dapat chia seed dari seorang teman yang sedang memulai jualan online. Tidak tanggung-tanggung saya beli 1 kg langsung. Byiuh, saking apanya coba? Bukan percaya banget sih, sebab saya belum membuktikan langsung. Hanya beli begitu saja biar teman semangat jualan. Harganya waktu itu 150k sekilo.

Mulailah saya cari info bagaimana cara mengonsumsinya. Google memberi info banyak sekali tentang cara mengonsumsi chia seed yang ternyata memang mudah dan mirip makan krupuk, boleh dicampur apapun dan kapanpun. Dari youtube channel Shireen Sungkar juga saya dapat informasi, waktu episode masak dan buat infuse water.

Nah, saya awali makan chia seed dengan cara mencampurnya dengan air. Air setengah gelas (150 ml.) dan chia seed 1 sendok makan saya aduk dan diamkan selama 15 menit, baru saya makan mirip makan puding encer. Rasanya hampir hambar seperti info yang banyak saya temukan di internet dan benar, dia mengembang. Mirip sekali dengan biji selasih, bahkan saya tidak bisa membedakannya.

Setelah 5 menit saya mengonsumsi chia seed, perut saya jadi aneh. Seperti kembung tapi lebih berat dari kembung biasanya. Rasanya lambung penuh, makan sedikit langsung kenyang dan keras, tapi kerasnya masih lebih keras perut ibu hamil. Kondisi ini 24 jam terjadi dari 5 menit setelah mengonsumsinya. Semula saya masih ragu itu efek chia seed, masih berpikir kemungkinan salah makan di hari itu atau ada yang sedang tidak stabil di tubuh. Sampai saya benar-benar yakin itu efek chia seed adalah setelah 3 kali praktikum saya lakukan dengan objek tubuh sendiri.

Sempat terpikir tidak melanjutkan mengonsumsi chia seed. Tapi saya penasaran, biji yang disebut sebagai makan premium, mahal, dan banyak situs bilang manfaatnya sangat hebat, kenapa tidak bisa diterima tubuh saya? Maka saya kembali googling, dan ternyata saya salah resep. Nah, lho!

Mengonsumsi chia seed harus diimbangi dengan mengonsumsi air putih yang cukup. Chia seed-nya gak masalah, kuantitas minum saya yang salah. Sejak tahu itulah, maka saya selalu konsumsi chia seed dengan jumlah minum yang banyak. Jadi, chia seed membantu saya untuk disiplin memenuhi kebutuhan air tubuh. Bolehlah ini dijadikan salah satu manfaat chia seed (bagi saya).

Manfaat hebat kedua, chia seed benar-benar melancarkan sistem pencernaan dari awal sampai akhir. Tidak ada lagi resah BAB. Lancarnya pakai bangetz bahkan benar-benar tuntas tak berbekas. Tidak hanya saya, tapi hampir semua teman sepakat tentang manfaat satu ini.

Manfaat hebat lainnya adalah, benar saya buktikan sendiri, makan chia seed membuat saya lebih kenyang dan mengurangi porsi makan. Mungkin ini yang kemudian menjadikan chia seed dipercaya bisa menurunkan berat badan. Dibandingkan dengan saat saya pakai kentang, biskuit gandum, bahkan oat untuk sarapan, chia seed lebih paripurna efeknya. Tapi apakah sekarang berat badan saya sudah turun drastis? Big no! Tapi turun iya. Tiga bulan ini turun 2 kg. Mungkin karena usaha saya tidak komplit, olahraga ala kadarnya saja. Namun, yang pasti badan lebih enteng dan lemak sudah tidak muncul di area ekstrim favoritnya.

Saya sepakat dengan ungkapan bahwa mengonsumsi makan sehat dan pola hidup sehat itu agar tubuh kita sehat. Tentang langsing adalah bonus. Meskipun memang gemuk identik dengan tidak sehat, namun saya merasakan sendiri, saat fokus menurunkan berat badan, kesehatan dapat terbengkalai. Tapi saat fokus kita adalah sehat, ditambah kita bahagia menjalankannya maka berat badan terkontrol dengan sendirinya.

Kalau tentang manfaat untuk kesehatan seperti kolesterol, apa, dan apa saya tidak berani cerita karena saya tidak teridentifikasi itu sebelumnya, alhamdulillah. Selain itu, saya juga sudah dua tahun terakhir ini rajin infuse water, jadi, khawatirnya rundom antara manfaat yang saya rasakan antara infuse water dan chia seed. Perbedaannya, sebelum mengonsumsi chia seed, infuse water saja, saya masih sering lapar kalau porsi nasi putih saya kurangi, dan sembelit hampir mewarnai pagi yang harusnya cerah ceria. Nah, sejak infuse water saya tambahi chia seed, semua itu berkurang bahkan hilang.

Sampai sekarang, chia seed jadi makanan yang hampir selalu saya konsumsi. Botol air minum saya kasih chia seed, makan salad juga ditaburi chia seed. Infuse water juga ditaburi chia seed. Sehari chia seed yang saya konsumsi 1 – 2 sendok makan.

O iya, tentang penyimpanan chia seed, saya taruh di toples yang tertutup rapat (saya pakai tupperware) dan simpan di lemari es. Awet insyaallah yang penting tidak kena air. Jika terkena air, maka bisa jadi kecambah. Kok tahu? Saya pernah lupa mencuci botol bekas infuse water. Di dalam botol tersisa biji chia seed beberapa biji saya dan kadar air hanya sebatas lembab. Hanya dua hari, saat saya buka ternyata biji itu sudah jadi kecambah. Saat itu jadi mikir sih, bagaimana jika ditanam? Apakah biji yang katanya khas Amerika itu bisa dibudidayakan di rumah saya?

Sudah, ah! Ribet, saya tidak akan mencobanya. Saya bukan peneliti. Hehehe![]