Setiap manusia memiliki harapan yang
dicita-citakan dalam kehidupannya. Setiap harapan yang dicita-citakan itu
selalu diharapkan bisa terwujud. Namun pada kenyataannya, harapan-harapan kita
yang jumlahnya sekian banyak itu yang terwujud hanyalah beberapa persen saja.
Sebagai contoh seseorang yang saat kecil bercita-cita menjadi dokter, ternyata
pada kenyataannya sekarang dia menjadi seorang guru. Dan nyatanya orang
tersebut menjalani hidupnya menjadi guru itu dengan berbahagia.
Ternyata begitulah kehidupan ini
berjalan. Kita harus belajar dari kehidupan yang kita alami. Semua yang
diinginkan manusia itu tidak barang tentu akan dikabulkan oleh Allah swt. Saat
harapan atau keinginan kita tidak sesuai dengan kenyataan, dan kita melewati
semua itu, ternyata semuanya baik-baik saja.
Inilah bukti bahwa janji Allah swt.
memilihkan yang terbaik untuk kita adalah janji yang memang pasti. Meskipun
permintaan (doa) kita tidak dikabulkan tapi pada akhirnya kita bahagia. Namun,
kita sering melupakan hal ini. ketika kita lupa kita sering protes kepada Allah
swt. menganggap Allah swt.tidak adil atau menganggap Allah tidak mendengarkan
doa-doa kita (naudzubillah).

Mari kita belajar dari diri kita
sendiri, kehidupan yang terjadi pada diri kita adalah putaran-putaran dua sisi antara
sesuai dengan tidak sesuai tentang harapan kita. Tapi kita harus yakin, bahwa
yang terjadi adalah yang terbaik bagi kita dan itu akan membahagiakan kita. []