Hai, Idears Pecinta Kopi! Libur kali ini aku buat challenge sederhana tentang kopi. Challenge ini menjadi penting aku ceritakan karena aku bukan penikmat kopi. Seumur hidup belum pernah berniat membuat kopi untuk kunikmati sendiri. Mumpung suami sedang tidak di rumah, jadi challenge ini mulus tiada penghambat. Sebab, jika tahu, aku bisa dapat SP. Eh?

Lebih penting lagi, Idears. Aku punya riwayat sakit lambung. Terakhir lebaran kemarin lumayan parah, dua pekan harus minum obat sampai benar-benar pulih. Awalnya sepele, sedang perjalanan silaturrahim ke Pasuruan, tiba-tiba pusing. Nah, konon, para penikmat kopi di keluargaku (Ortu dan adik laki-lakiku) selalu bilang, “Kepalaku pusing nih, pasti efek belum ngopi.”

So, waktu itu oleh tuan rumah disuguhi kopi hitam tanpa campuran creamer atau apapun. Dan aku meminumnya, berharap pusing lenyap. Hanya se-lepek. Dan efeknya mual sampai lemes, keringat dingin, dan berujung obat dan istirahat total.

Kopi Challenge yes kali ini. Tapi pakai kopi yang iklannya bilang aman buat lambung. Bahkan yang punya sakit lambung dan dalam kondisi puasa di waktu buka dan sahur aman minum kopi ini. Semua Idears pasti tahu kopi apa yang kumaksud. Yup, kopi yang ambasadornya sampai bintang Korea. Luwak White Koffie.

Di rumah yang siap sedia adalah energen dan teh poci. Selain itu berarti hadiah, termasuk kopi untuk challenge kali ini. Dapat dari parcel lebaran dan tinggal satu sachet. Melihat sachet yang sendirian ini, maka ide Kopi Challenge lahir dan terlaksana. Huehehehe….

Aku gak sedang review product sih ini, ini murni cerita pengalamanku yes. Aku saksikan dengan mataku sendiri, kopi satu ini benar-benar tanpa ampas. Baunya juga lebih smooth dari bau kopi lainnya yang aku tahu selama ini. Saking tidak penikmat kopi, hidung ini rasanya aneh dengan bau kopi yang tajam, tapi tidak untuk kopi ini, baunya halus. (bau halus kayak apa ya? Emang kulit. Hehehe..)

Dan aku sampai pada puncak challenge lho, aku meminumnya. Benar-benar minum, bahkan sampai tandas. Poto ini tanpa rekayasa, benar tanpa ampas. Dan semua isi masuk ke perutku. Artinya, aku berhasil menjalankan challenge. Yeyyy!

Setelah itu?

Oh, No! Sedih menceritakan efeknya. Hikz!

Challenge aku lakukan pagi, sekitar jam 07.00 di tengah-tengah aku mencuci baju. You know? Tak ada 30 menit kopi tandas dari gelas, mual mulai menyergap, dan keringat dingin keluar. Mengerikan bukan? Awalnya masih bertahan, mencoba mengira hanya sugestiku saja. Aku ambil agenda berikutnya, bersih-bersih rumah. Nyatanya tubuh ini benar-benar kalah dengan kopi. Tepat jam 13.00, setelah mencoba bertahan, aku tepar, fix!

Sampai malam sakit tidak selesai. Dan yang paling mengejutkan (bagiku setidaknya), satu jam setelah minum kopi, pipisku bau kopi. Sampai malam hari juga pipis masih bau kopi. Apakah ini dialami semua penikmat kopi?

Okey, challenge ini sepertinya tidak akan terulang dalam hidupku. Dan bagi idear semua, jangan tiru ya! Benar-benar jangan tiru karena akan menggangu hari liburmu yang seharusnya indah.[]