Menulis

Setiap orang pasti memiliki motivasi dalam bertindak, termasuk menulis. Pasti ada hal yang yang membuat menulis itu istimewa, dan motivasiku menulis ada minimal 3 hal, yaitu:


Pertama, menulis itu cara santun menghargai kenangan.


Ya, bagiku kenangan adalah bagian penting dari proses kehidupan. Partikel-partikelnya menyusun capaian hidup saat ini, bahkan untuk masa yang akan datang. Apapun rasa yang dia hadirkan, bahagia, puas, latihan sabar, menerima kecewa, bahkan kehilangan. Semuanya adalah bagian terbaik dalam kehidupan kita.
Hebatnya lagi, kenangan satu orang saja, dapat menggugah, memotivasi, bahkan menginspirasi banyak hati. Kisah yang mungkin secara umum sama, namun bisa saling mengajarkan, saling mendidik, bahkan saling menguatkan satu sama lain.

Karenanya, cara yang kupilih untuk menghargai kenangan adalah menulis. Pelajaran tentang menulis yang pertama kali aku dapat adalah menulis dengan jujur. Sejak saat itu, aku tergugah untuk menulis dengan ringan, jujur, tanpa mengada-ada.

Kejujuran memberi dampak langsung pada tulisan kita. Kepercayaan pembaca akan kejujuran tulisan kita adalah modal terbaik untuk tersampaikannya amanat tulisan kita.

Membingkai kejujuran dalam tulisan adalah proses kreatif dalam menulis. Berkisah dengan jujur, embari menjaga adab dan nilai-nilai kehidupan adalah bentuk kita menghargai kenangan.

Ini, benar-benar memotivasi aku untuk terus menulis, menuliskan kisahku, pengalamanku, dan juga ide-ideku sebagai upaya menghargai kenangan dengan santun. Membuatnya lahir sebagai karya yang mengantarkan jiwa untuk berkontemplasi, menginspirasi, juga menguatkan banyak hati di luar sana.

Dua, menulis itu cara ampuh mengendapkan hikmah.


Tebaran hikmah dalam hidup ini sangat berlimpah. Apapun yang hadir pada kita memiliki hikmah. Baik itu yang secara langsung hadir untuk kita maupun untuk orang-orang sekitar yang masih terjangkau oleh kita.


Hikmah yang terserak dengan sangat berlimpah itu agaknya memerlukan kepekaan. Melatih hati untuk peka terhadap hikmah yang dikaruniakan Allah swt. adalah kemuliaan. Sebab hati yang peka akan mampu mengendapkan hikmah dalam jiwa.


Menulis adalah cara ampuh mengendapkan hikmah. Banyak sekali pelajaran-pelajaran hidup yang berhikmah, namun mengingatnya sepanjang waktu itu ada batasannya. Batasan itu adalah kelenyapannya yang tak meninggalkan beban apapun.

Menulis membuat kita terpaku, termangu, dan sampai ter mengendap di hati kita, inilah keniscayaan

Salah satu cara ampuh mengendapkan hikmah adalah menulis. Aku benar-benar mengakui, banyak tergugah nilai-nilai hikmah setelah membaca sebuah tulisan. Tulisan begitu kuat mengantarkanku pada proses kontemplasi terbaik dalam mengambil hikmah sebuah hal kemudian mengendapkannya di hatiku.

Tulisan sangat ampuh membuatku menyesap hikmah. Itulah mengapa aku menulis. Berupaya untuk mengantar orang lain menyesap hikmah dari tulisan yang kubuat.


Tiga, menulis itu bersama menuju surga.

Saya selalu sampaikan di kelas menulis yang saya ampu, bahwasanya menulis itu bebas, tidak perlu takut salah dan jelek, sebab tugas kita adalah menulis. Kita tidak akan pernah tahu apakah tulisan kita jelek atau salah sampai kita menyelesaikannya dan mempublish-nya. Oleh karena itu, menulislah!

Satu yang membedakan dari aktivitas menulis saya adalah tentang kebermanfaatan. Menulis apa saja, yang penting bermanfaat. Saat disuguhkan kepada pembaca punya nilai manfaat, minimal yang disampaikan adalah kebenaran.


Bagi saya, ide tulisan ada rezeki dari Allah swt.. Karena rezeki, maka tidak boleh disia-siakan. Menyelesaikannya hingga tuntas, jadi sebuah tulisan yang utuh adalah tanggung-jawab kita. Jadi, itulah mengapa, jika ada ide tulisan kemudian di tengah jalan macet atau bertemu ide lain, maka boleh beralih menulis yang lain, namun dengan tekad akan menyelesaikan yang belum rampung.

Menulis adalah aktivitas surga. Melalui tulisan kita bisa menyesap nikmat surga, insyaallah. Tulisan yang bermanfaat dan terbaca, kemudian teramalkan dapat menjadi amal istimewa buat penulisnya. Kebaikan yang kita tulis kemudian diikuti oleh banyak orang, pembaca, sungguh luar biasa. Kebenaran yang menyadarkan, menggugah pembaca, masyaallah, ini bisa membuat kita ke surga bersama-sama.

Ya, menulis itu bersama menuju surga. Aamiin, Insyaallah![]