Olahraga Ala-Ala

Weekend selalu ditunggu-tunggu, setidaknya bagiku. Sebab inilah hari terbaik, menjelang libut esok hari. Hahaha!

Banyak yang mengreasikan weekend, ada yang digunakan untuk berlibur, silaturrahim, bahkan olahraga. Nah, khusus yang terakhir, olahraga, kayaknya ini istimewa bingitz.

Aku sendiri untuk weekend tidak teelalu ribet, bahkan seringnya sengaja untuk tidak mengagendakan apapun di saat weekend. Mungkin yang selalu wajib ingin aku lakukan saat weekend adalah cuci baju dan setrika. Yang emak-emak sama kayak aku gak ya?

Sabtu, kantor memang pulang lebih awal, jam 12.30. Seringnya sih gak langsung pulang. Terkadang harus rapat kominitas, Sabtu terakhir tiap bulan ada agenda “Cafe Curhat Plasma”, kadang-kadang juga belanja, kadang-kadang lagi sekedar makan siang sama teman-teman. Selepas itu baru pulang. Gak ada yang menarik kayaknya.

Kalau untuk olahraga, aku memang tidak menjadikan weekend untuk sport day. Malah weekend bagiku adalah hari bebas. Makan bebas, tidur bebas, bahkan gak olahraga. Lalu kapan aku olahraga?

Hihihihi…. Pertanyaannya kayak kuntil-emak (emaknya kuntilanak) keliar daei zona nyamanya. Eitz, siapa bilang aku gak olahraga?

Aku memilih malam hari untuk olahraga, tapi tidak di weekend. Biasanya aku melakukannya di hari Selasa dan Jumat. Olahraga yang kulakukan apalagi kalau bukan senam. Yoga ala-ala, aerobik ala-ala, dan zumba ala-ala. Aku menyebutnya ala-ala sebab aku memodifikisi gerakannya sesuai kemampuanku. Cukup berefek bugar pada diriku.

Olahraga adalah kegiatan fital untuk menunjang kehidupan kita. Kesehatan fisik urgen sekali untuk support kerja-kerja kebaikan dalam hidup ini. Itulah mengapa, sesibuk apapun, olahraga harus diluangkan waktu. Tidak bisa di luar, lakukan di dalam rumah. Tidak ada dana, maka senamlah ala-ala sepertiku, pakai video.

Bagi emak-emak, pagi hari rempong dengan dapur plus marathon dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Maka istirahatnya bisa menunggu anak tertidur di malam hari.

Manusia memang akan merasa berat awal-awalnya untuk olahraga, tapi setelahnya akan muncul kesadaran. Dulu, saat usia baru 23-24 tahun mau kemanapun pakai motor, tidak berjaket, semua oke-oke saja. Sekarang sudah kepala 3 ternyata ada beberapa perubahan.

Aerobic yang aku lakukan sangat ampuh sekali efeknya. Pertama kali senam AE, berat. Gerakannya cepat, ini hal dasar yang saya lupa. Tapi rutinkan itu, dalam 3 hari kita akan merasakan tubuh lebih ringan melangkah, pencernaan lancar, bahkan berat badan turun.

Di kantor juga Sabtu pertama setiap bulan ada peogram sport day. Ini ajang untuk karyawan olahraga bersama. Tapi apa yang terjadi? Olahraganya brl mengeluarkan keringat, nasi uduk, gorengan, bubur, dan entah apa lagi, yang jelas porsinya lebih gede. Keringat mungkin keluar dengan cara berdiri di bawah terik matahari langsung. Hahahahaha!