Cinta. Dari zaman dahulu hingga sekarang kata cinta sering muncul dan dibahas oleh semua orang. Bahkan dalam perjalanannya, kata cinta menjadi bermakna negatif bagi sebagin orang karena memang akhir-akhir ini banyak sekali kejadian negatif yang mengatasnamakan cinta. Benarkah semua itu?
 
Dalam islam, cintapun terbahas. Rumus mutlak untuk cinta dalam Islam adalah menempatkan cinta kepada Allah sebagai cinta yang tertinggi dan hakiki. Tak ada cinta yang paling sejati yang harus diupayakan oleh ummat islam melainkan cinta kepada Allah swt. karena dari cinta kepada Allah swt inilah yang kemudian turun dan menyebar untuk tumbuhnya cinta-cinta yang lain dengan ungkapan cinta yang benar.
 
Saat kita mencintai Allah maka kita akan mencintai Rasulullah saw. karena cinta kepada Rasul adalah bukti kita mencintai Allah swt. Selain itu, Allah swt adalah adalah Dzat yang mencintai manusia. Allah swt. menurunkan surat cinta melalui Rasulullah Muhammad saw. berupa AL-Quranul kariim. Iya, Al-Quran adalah surat cinta tulisan Allah swt.
 
Dalam surat cinta itu Allah berkisah tentang nabi, dan rosul-Nya, serta beberapa peristiwa yang itu penuh hikmah dan pengajaran untuk hamba-Nya. Dalam Al-Quran Allah memberitahukan kepada manusia tentang  mana yang haq dan mana yang batil. Petunjuk mengarungi hidup, baik dalam aspek ekonomi, pemerintahan, sosial, semua termaktub di dalamnya.
 
(Alquran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS.Ali Imron:138)
 
Termuatlah bagaimana hendaknya kita berinteraksi dengan manusia lain, orang tua, yatim, orang non-muslim. Terbahas semua tentang mana yang halal dan mana yang haram, apa itu amalan menuju surga dan menuju neraka. Semua lengkap di dalamnya. Asli 100% dari Allah swt.
 
Telah sempurnalah Kalimat Tuhnmu (Alquran, sebagai kalimat yang benar dan adil, Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-An’am:115)
 
Membaca, mendengar, mentadaburi, mengamalkan adalah ibadah yang oleh Allah disediakan pahala baginya. Dan saat kita memang mencintai Allah swt, maka membaca, mendengar, meresapi, dan melakukan isi sebuah surat cinta dari Yang Tercinta adalah sesuatu yang luar biasa. Untuk itu, sudahkah kita merasakan cinta yang luar biasa kepada Allah swt. saat kita berinteraksi dengan Al-Quran?
 
Al-Quran adalah petunjuk, pembeda, bahkan obat bagi manusia. Dewasa ini banyak sekali pembuktian-pembuktian akan kebenaran Al-Quran secara ilmiah dalam bidang ilmu apapun. Tentulah semua itu benar, karena penulisnya adalah Dzat Yang Maha Benar. Hanya orang-orang yang merugilah mereka yang tidak mengimani Al-Quran, karena disana semua cinta Allah swt untuk kita tertulis.
 
Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Alquran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An-Nahl:101)
 
Untuk itu saudaraku, marilah kita berupaya untuk mencintai Allah swt dengan mencintai Al-Quran. Cinta itu terwujud dalam usaha kita untuk senantiasa membaca, mendengarkan, mentadaburi, dan mengamalkan isi surat cinta Allah swt, yakni Al-Quran.[Syilvi]